Khoirunnisa, Korban Susur Sungai Dimakamkan di Hari Ulang Tahun, Wabup Sleman Pimpin Penguburan


Khoirunnisa, korban susur sungai SMPN 1 Turi dimakamkan di gari ulang tahun, Wabup Sleman pimpin penguburan .

Salah satu korban susur sungai dari SMP 1 Turi dimakamkan bersamaan di hari ulang tahunnya .

Suasana haru mengiringi pemakaman Khoirunnisa yang tepat berulang tahun pada saat hari ini     


Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah, salah satu korban susur sungai anggota pramuka SMPN 1 Turi dimakamkan Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi.

Khoirunnisa dimakamkan bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-13 yang jatuh hari Sabtu ini. (Catatan : Sementara data BPBD DIY menyebutkan Khoirunisa berusia 14 tahun)

Adapun upacara pemakaman dihadiri Wabup Sleman Sri Muslimatun.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak kita, Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah yang hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-13 persis jatuh hari ini," demikian potongan sambutan Wabup Sleman Sri Muslimatun yang dibacakan dalam bahasa Jawa.

Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah adalah salah satu korban meninggal dalam kegiatan susur sungai anggota pramuka SMPN 1 Turi.


Kegiatan outbond pramuka SMPN 1 Turi ini dilaksanakan di wilayah Outbound Valley Sempor Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020) sore.

Tim SAR Gabungan Sabtu (22/2/2020) juga kembali melanjutkan operasi pencarian korban susur sungai di Sungai Sempor.

Operasi pencarian terbagi atas empat tim yang bertugas melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke Ringroad Selatan dengan total sejauh 25,19 kilometer.

Dengan rincian ;

1. Penyisiran area pertama

Titik awal di lokasi hanyutnya para siswa hingga ke tempuran Sungai Sempor dengan Sungai Bedog dengan estimasi panjang lintasan sejauh 6,71 kilometer

2. Penyisiran area kedua

Dari tempuran Sungai Sempor dan Sungai Bedog hingga perpotongan Sungai Bedog dengan Selokan Mataram dengan estimasi panjang lintasan 5,59 kilometer

3. Penyisiran area ketiga

Perpotongan Sungai Bedog dengan Selokan Mataram hingga jembatan Sungai Bedog sebelah timur Gereja Santa Maria Assumpta Gamping dengan panjang lintasan sejauh 7,91 kilometer

4. Penyisiran area keempat

Jembatan Sungai Bedog sebelah timur Gereja Santa Maria Assumpta Gamping hingga ke perpotongan Saungai Bedog dengan Jalan Ringroad Selatan dengan panjang lintasan sejauh 4,98 kilometer.

Adapun berdasarkan rilis BPBD DIY hingga Sabtu (22/2/2020) pagi ini, total peserta susur sungai siswa SMPN 1 Turi berjumlah 249 orang.

Terdiri atas 124 siswa kelas 7 dan 125 kelas 8.

Dari jumlah tersebut, 216 siswa dipastikan selamat, 23 siswa mengalami luka, 7 siswa meninggal dunia dan 3 siswa lainnya belum ditemukan.

Berikut data korban yang berhasil diidentifikasi ;

Korban susur sungai yang belum ditemukan:

1. Yasinta Bunga
Kelas 7B | Perempuan | Usia 13 Tahun

2. Zahra Imelda
Kelas 7D | Perempuan | Usia 12th

3. Nadine Fadilah
Kelas 7D | Perempuan | Usia

Korban susur sungai dinyatakan meninggal dunia

1. Sovie Aulia
Kelas 8C SMPN 1 Turi | Perempuan | Usia 15 Tahun

2. Arisma Rahmawati
Kelas 7D SMPN 1 Turi | Perempuan | Usia 13 Tahun

3. Nur Azizah
Kelas 8A SMPN 1 Turi | Perempuan | 15 Tahun

4.Lathifa Zulfaa
Kelas 8B SMPN 1 Turi | Perempuan | Usia 15 Tahun

6.Evieta Putri Larasati

Kelas 7A SMPN 1 Turi | Perempuan | 13 Tahun

7.Faneza Dida
Kelas 7A | Perempuan | 13 Tahun

Korban luka

Berjumlah 23 siswa dengan rincian 21 siswa rawat jalan/pulang dan 2 siswa menjalani Rawat Inap di Puskesmas Turi.

Informasi Pemakaman Korban

Berdasarkan rilis Polda DIY berikut informasi sementara pemakaman korban susur sungai anggota pramuka SMPN 1 Turi ;

1. Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah, dimakamkan hari ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Jam 10.00WIB

2. Evieta Putri Larasati, akan dimakamkan hari ini di makam Dusun Soprayan Girikerto, Turi, Jam 13.00 WIB

3. Faneza Dida, dimakamkan hari ini di makam Dusun Glagahombo, Girikerto, Turi, Jam: 11.00WIB

4. Nur Azizah, sudah dimakamkan kemarin.

5. Lathifa Zulfaa, sudah dimakamkan kemarin.

Sementara korban meninggal lainnya belum terkonfirmasi.

Cerita korban selamat peristiwa susur sungai 

Sejumlah siswa yang selamat dari peristiwa susur tebing siswa SMPN 1 Turi menceritakan kejadian saat banjir bandang menerjang .

Dari penuturan korban mereka juga sempat terseret arus deras .

Korban Selamat dalam peristiwa susur sungai siswa-siswi SMPN 1 Turi yang hanyut terseret arus deras di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) sore, menceritakan awal mula kejadian yang mereka alami.

Satu di antaranya adalah Salma Kusuma Haryani, siswi kelas 7 SMPN 1 Turi, mengatakan susur sungai itu dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu cuaca gerimis dan aliran sungai masih terlihat normal atau biasa.


"Ketika kami sampai di tengah-tengah sungai, jalan di sungai sudah sekitar setengah jam, tiba-tiba ada arus besar dari arah utara atau atas," kata Salma.

Ia dan teman-temannya saat itu dalam posisi berada di tengah-tengah sungai ketika arus air yang besar datang.

"Saya mau menyelamatkan diri tapi terseret arus air. Mau pegang batu tapi tidak bisa karena arus besar. Kemudian ada kakak-kakak yang menyelamatkan saya. dibawa ke batu-batu tebing," tuturnya.

Ia juga mengaku sempat melihat teman-teman lainnya yang juga terseret arus deras saat itu. Namun ia sendiri juga berjuang untuk menyelamatkan diri.

Ia pun mengalami beberapa luka pada kakinya akibat benturan dengan bebatuan di sungai tersebut.

"Luka beberapa di kaki karena terkena batu. Ini pengalaman pertama saya ikut kegiatan seperti ini," katanya.

Kegiatan susur sungai itu dilakukan di wilayah Outbound Valley Sempor Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020) sore.

Pesertanya adalah anak-anak siswa SMPN 1 Turi Sleman. Informasi sementara dihimpun Tribun Jogja dari lokasi, ada enam siswa korban meniinggal dunia setelah hanyut saat susur sungai tersebut.

Sementara, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap kira-kira lima korban yang belum ditemukan.

Cerita orangtua korban selamat

Peristiwa itu juga membuat orangtua korban sangat panik dan cemas.

Orangtua korban selamat, Hartono, mengatakan saat itu ia sedang pulang kerja ketika ada telepon dari adiknya bahwa sejumlah siswa SMPN 1 Turi hanyut saat susur sungai.

Ia lantas datang ke lokasi untuk mencari anaknya, Salma Kusuma Haryani, yang merupakan satu di antara peserta susur sungai SMPN 1 Turi tersebut.

"Saya ditelpon adik ada banjir. saya ke lokasi anak saya tidak ada, saya nangis. panik," katanya.

Di tengah kepanikan itu, ada informasi bahwa empat korban meninggal. Ia semakin khawatir satu di antara mereka adalah anaknya.

"Lalu ada informasi dari salah satu wali, anak saya selamat. Alhamdullilah," ujarnya.

• Susur Sungai Pramuka Berakhir Nestapa, Zidan Teriak Gulungan Banjir Datang, Bambu Media Penyelamat

• Sungai Segah Berubah Warna, Bupati Berau Sebut Tunggu Tanggung Jawab Perusahaan Sebelum Beri Sanksi

• Kegiatan Pramuka Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir, Ini Kejadiannya

• Update Terbaru Kasus Siswa Pramuka SMP Hanyut Saat Susur Sungai Sempor, 1 Tewas, 22 Masih Dicari

Hartono berharap, pihak sekolah lebih jeli melihat situasi jika mengadakan kegiatan di luar sekolah atau di alam terbuka.

Ia menilai kegiatan semacam itu baik, asal dilakukan tepat pada waktunya.

"Sekarang musimnya hujan cuaca tidak menentu. Karena ini jelajah di luar ruang, pembina harus jeli, di atas hujan," tuturnya.

(*)